Ambil dua skenario: Yang pertama, Anda sedang bertahan dalam posisi EURUSD. Lalu Anda mempertimbangkan untuk menjual posisi tersebut dan mengambil JPY sebagai gantinya. Pada akhirnya, Anda tidak mengambil keputusan tersebut. Yen naik dan Anda kehilangan 50 pips yang seharusnya menjadi profit. Dalam skenario kedua, Anda bertahan pada JPY. Lalu Anda menjual posisi tersebut untuk membeli EURUSD sebagai gantinya. Seandainya Anda bertahan pada posisi JPY, Anda akan mendapatkan profit  50 pips.

Dalam hal ini skenario mana yang akan membuat Anda lebih menyesal? untuk bicara lebih jauh, kita pasti sepakat  jika penyesalan adalah perasaan dimana Anda membuat keputusan yang salah, dan ini adalah perasaan yang dialami semua Trader.

Sebuah survei dari situasi yang sama menunjukan, 92 persen responden mengatakan skenario kedua akan menghasilkan lebih banyak penyesalan. Sedangkan secara objektif, kedua skenario tersebut sebenarnya sama saja. Perbedaannya adalah dalam skenario satu, Anda sudah memiliki posisi EURUSD. Sedangkan dalam skenario kedua, Anda membeli EURUSD, sehingga meninggalkan posisi yang akan lebih menguntungkan. Skenario satu adalah sebuah pendekatan pasif. Hal ini mewakili mayoritas orang dalam mengambil keputusan ,dan skenario kedua adalah pengecualiannya. Kita bisa mengambil kesimpulan disini bahwa siapa pun yang tidak mengikuti mayoritas akan mengalami penyesalan yang lebih besar.

Rasa takut akan penyesalan sering membuat kita bertindak tidak rasional. Untuk menghindari perasaan yang mengerikan ini, kita cenderung mengambil pendekatan konservatif dalam mengambil keputusan. Bahkan seorang manajer  terbaik pun akan menjual posisi berisiko atau melakukan Deleverage  tepat sebelum akhir bulan (ketika biaya kinerja menjadi hutang).

Ketakutan akan penyesalan  adalah alasan kenapa kita sering mengalami kerugian saat Trading. Contoh lain, sebuah perusahaan pemasaran sering menggunakan rasa takut orang akan penyesalan dan menggabungkannya dengan sebuah tawaran “Ini kesempatan terakhir  Anda” atau “Diskon 90%  dalam waktu terbatas”. Lalu bayangkan situasi berikut ini ; Sebuah museum menawarkan lukisan dari seorang pensiunan seniman yang belum pernah Anda dengar. Jika Anda belum pernah tertarik pada seniman sebelumnya, mengapa sekarang Anda tergerak untuk ingin melihat lukisan itu?

Jangan pernah tertipu dengan kiasan seperti “ini peluang sekali dalam seumur hidup” khususnya dalam melakukan Trading. Kenyataannya, peluang itu akan selalu ada. Bahkan, memiliki umur panjang pun adalah sebuah peluang dalam Trading. Yang lebih penting lagi, Jangan pernah menebak  saat mengambil keputusan Trading. Karena hal tersebut hanya akan mengarah pada perilaku trading yang irasional di masa depan.