Istilah “Hedging” telah disalahgunakan selama bertahun-tahun sehingga sebagian besar Trader saat ini tidak tahu definisi sebenarnya. Hedging didefinisikan sebagai “strategi Trading untuk melindungi dana dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan”. Dalam Trading, hal ini dimaksudkan sebagai cara bagi importir, eksportir, dan petani untuk melindungi nilai barang fisik mereka dari fluktuasi harga di masa depan. Beginilah bursa berjangka pertama kali didirikan. Seorang importir/eksportir akan membeli kontrak senilai nilai harga barang yang mereka beli / jual untuk melindungi setiap perubahan nilai itu.

Dalam Forex, istilah ini sekarang menjadi identik dengan strategi yang tidak berguna. Saya harus mengklarifikasi, dalam retail Trading, inilah yang disebut Hedging. Dalam dunia institusional, di mana bank melakukan Trading satu sama lain, tidak ada yang menyebut itu Hedging. Ketika Anda membeli 100k EURUSD, untuk menutup oder Anda, maka Anda harus Menjual 100k EURUSD. Dengan kata lain, Anda menempatkan posisi sell hanya untuk menutup posisi buy Anda

Namun selama bertahun-tahun, Trader telah menuntut agar mereka dapat membuka posisi BUY dan SELL pada saat yang sama. Anda mungkin bertanya “Mengapa ada orang yang mau melakukan itu?” Jawabannya 99% adalah karena posisi mereka dalam keadaan floathing dan Trader tidak ingin menyadari kerugian itu. Mereka lebih suka membuka posisi di arah yang berlawanan, dan pada dasarnya mereka terjebak pada kerugian. Akhirnya tujuannya hanya untuk memprediksi kerugian awal, lalu melakukan close order. Dengan berharap mereka kembali ke profitabilitas. Kebenaran yang menyedihkan adalah hal ini hampir tidak pernah berhasil karena semua ini mengharuskan Trader untuk memilih “top or bottom” dari setiap posisi Trading.

Sebagai contoh, jika seorang Trader melakukan buy EURUSD @ 1.1230 dan harga bergerak ke 1.1200, mereka mungkin memutuskan untuk membuka posisi sell untuk melindungi kerugian lebih lanjut. Pada kenyataannya, mereka terjebak di posisi floathing hingga kehilangan 30 pip. Tetapi dalam pikiran mereka, harga akan turun jauh ke 1,1150 sehingga mereka ingin mendapatkan short term.

Sekarang katakanlah harga jatuh ke 1,1150 dan kemudian naik kembali ke 1,1230. Mereka keluar dari short term di 1,1150, untung 50 pips, dan kemudian break even pada posisi long, lalu mendapatkan total 50 pips. Ini akan membutuhkan keberuntungan dan keterampilan yang luar biasa untuk memilih bagian atas dan bawah yang tepat dari posisi Trading, tetapi dalam pikiran mereka, ini adalah situasi yang paling optimal.

Sebenarnya, situasi yang paling optimal adalah dengan menutup posisi buy semula di 1,1200 dan mengambil kerugian 30 pip. Mengapa? Karena jika Trader tahu harga akan jatuh ke 1,1150, mereka akan membuka posisi pendek, lalu mendapatkan 50 pips, dan kemudian membuka posisi buy kembali ke 1,1230, dan mendapatkan 80 pips lagi. Keuntungan bersih mereka akan menjadi 100 pips.

Sebagian besar Trader akan mengakui bahwa mereka tidak akan memiliki keterampilan untuk melakukan itu. Jadi mengapa mereka melakukan Hedging? Jawabannya sederhana: psikologi Trading. Trader cenderung takut untuk menyadari kerugian mereka. Jika seorang trader benar-benar yakin suatu posisi akan kembali menguntungkan mereka atau bergerak ke arah yang mereka inginkan, tidak ada salahnya mengurangi risiko Anda dan kembali ke posisi yang sama lagi. Hasilnya pun sama. Tantangannya adalah bagaimana mengatasi ketakutan itu dan tidak jatuh ke dalam kesalahan yang membiarkan Anda terus mendapat kerugian.

Intinya: melakukan “Hedging” pada posisi Anda tidak akan membuat efek positif pada. Hal itu hanya akan membuat Anda merasa lebih baik untuk sementara waktu sama halnya dengan menjual narkoba. Pada akhirnya, hanya satu pihak yang mendapat manfaat dari strategi ini yaitu Broker. Karena mereka akan sangat senang berhasil mengumpulkan spread hingga dua kali.