Benarkah nilai minyak telah merosot, hingga Anda akan diberikan oli ekstra untuk mengisi bahan bakar tangki mobil Anda? Sayangnya, tidak.

Apakah benar jika pasar minyak berada dalam kondisi yang sulit? Ya

Apakah kondisi ini merugikan ekonomi negara pengekspor minyak terbesar dunia? Ya

Apakah kondisi ini akan membuat mereka bangkrut? Untungnya, tidak.

Jadi, apa yang terjadi hingga setiap orang memantau penurunan nilai minyak sejak hari Senin malam? Sebenarnya, tidak hanya penurunan harga minyak yang dipantau. Melainkan, penurunan nilai juga terjadi pada instrumen lainnya. Instrumen tersebut adalah futures, instrumen pertukaran yang mengikuti kurs nilai minyak, merosot dan mencapai zona negatif. Hal ini hanya mempengaruhi satu jenis minyak – WTI, minyak mentah Amerika, West Texas Intermediate. Mengapa perosotan nilai terjadi pada instrumen ini? Karena kontrak ini istimewa. Biasanya, aset semacam itu adalah instrumen (investasi) yang sepenuhnya spekulatif dan setiap orang yang menjual atau membeli instrumen ini tidak terkait dengan pasokan minyak aktual. Hanya ada taruhan pada harga, apakah itu Brent berkualitas tinggi ataupun Ural Rusia.

Kontrak WTI ini sangat spesial. Kontrak untuk jenis minyak ini diperdagangkan dengan pengiriman fisik – misalnya di Cushing, Oklahoma, dimana fasilitas penyimpanan minyak besar ditempatkan. Kini, mereka menghadapi situasi teknis yang unik. Kontrak futures memiliki waktu kadaluarsa tertentu. Semua orang telah memantau kontrak bulan Mei, yang memiliki jadwal waktu kadaluarsa minggu ini. Namun, masalahnya yaitu tidak mungkin lagi untuk melakukan pasokan minyak karena fasilitas penyimpanan telah penuh. Hal ini disebabkan oleh perang dagang di pasar minyak, yang dimulai sejak menurunnya permintaan pasar setelah regulasi karantina diumumkan di seluruh dunia. Pesawat berhenti beroperasi, pengemudian kendaraan berkurang, banyak industri berhenti beroperasi. Produsen minyak meningkatkan produksi minyak dalam usaha menekan pesaing untuk keluar dari kompetisi pasar.

Akibatnya, kontrak ini menjadi semakin sulit untuk dipenuhi. Dan para pemeran pasar, terutama spekulan dan trader, terperangkap dalam situasi tersebut. Tepatnya, para trader yang melakukan trading berdasarkan kontrak Mei tersebut. Tentu saja, sebelumnya, mereka memegang keyakinan penuh bahwa harga kontrak tidak mungkin mencapai nilai negatif. Namun pada kenyataannya, hal ini terjadi pertama kalinya dalam sejarah trading. Harga merosot di bawah nol. Dan mereka harus membayar seseorang untuk menyimpan minyak ini pada bulan berikutnya di tempat penyimpanan lain karena pengiriman ke titik ‘X’ tidak lagi memungkinkan.

Nilai negatif minyak tidak mencerminkan transaksi aktual pembelian dan penjualan minyak, melainkan kondisi yang mempengaruhi satu kontrak spesifik yang berkaitan dengan masalah pengiriman di bulan Mei. Sebagai contoh, tidak ada tragedi terjadi kepada instrumen futures yang memiliki waktu kadaluarsa di bulan Juni. Oleh karena itu, hanya investor yang melakukan perdagangan instrumen tertentu yang menerima efek negatif apalagi volume perdagangan instrumen ini sudah minimal. Karena tanggal kadaluarsa instrumen ini sudah dekat, hampir tidak ada investor yang memperdagangkannya.

Pertanyaan selanjutnya yaitu mengenai perbedaan quotes dari berbagai sumber. Setiap provider spot liquidity minyak memperoleh dan menetapkan harga dengan cara yang berbeda (mengingat tidak adanya produk spot oil aktual di pasar). Para penyedia pasar memberikan harga yang sangat berbeda. Perbedaan ini biasanya di antara (sekitar) perkiraan harga spot live, synthetic rolling front month atau harga 45 hari sintetis selanjutnya. Beberapa provider hanya menetapkan harga yang diperoleh dari front month masa depan dan menyesuaikan selisihnya pada saat berakhirnya front month, yang berarti akan ada perbedaan harga lebih dari 100% hanya dalam satu malam (dengan harga terkini). Perbedaan absolut antara harga-harga ini akan ditentukan oleh kurva minyak selanjutnya, yang berarti perbedaan harga di antara spot price dan kadaluarsa produk di masa depan. Pasar minyak mengalami kondisi yang tidak baik pada saat ini, menyebabkan perbedaan harga sangat signifikan.

Perbedaan harga diperkirakan sekitar $12 antara bulan Mei dan Juni, yang berarti perbedaan antara minyak “spot” yang dihargai sebagai produk T+2 (yang mendekati masa kadaluarsa Mei daripada kadaluarsa Juni) akan sangat berbeda dengan produk minyak “spot” yang dihargai sebagai produk T+45 (di antara masa kadaluarsa Juni dan Juli). Harga minyak Juno Markets merupakan harga eksklusif, yang dirancang untuk memberikan rolling spot price feed yang meminimalkan penyesuaian harga signifikan – fitur penetapan harga beberapa pesaing kami. Kami percaya bahwa harga yang diturunkan bukanlah harga spot, tetapi harga selanjutnya. Ini jelas merupakan kasus yang terjadi pada provider yang saat ini menetapkan harga “spot” minyak sekitar $23. Hitungan untuk mendapatkan harga spot berasal dari kontrak yang terakhir mengalami kadaluarsa (dalam hal ini bulan Mei) dan kontrak front-month futures (bulan Juni). Penyesuaian harian dilakukan pada harga produk di saat kita mendekati kontrak front-month yang baru.

Sebelum mencoba meramalkan tren pasar minyak, trader FX harus memahami latar belakang mendasar karena analisis teknis tidak akurat dalam keadaan seperti ini. Banyak trader di seluruh dunia mulai melihat harapan dari mimpi buruk karantina dan pandemi. Banyak pemimpin ekonomi dunia segera memulai operasi kembali, yang akan memulihkan permintaan minyak global, setidaknya bertumbuhnya jumlah permintaan. Kilang minyak akan kembali beroperasi, mengurangi inventaris di fasilitas penyimpanan. Pada akhirnya, harga minyak akan kembali menerima dukungan dari para pembeli.

Situasi terkini dengan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia dan kesepakatan OPEC+ berikutnya untuk mengurangi produksi minyak global dengan volume 10 juta barel per hari tidak cukup untuk menyelamatkan pasar dari pemerosotan. Oleh karena itu, pengurangan produksi lebih lanjut mungkin akan dilakukan untuk memberikan pengaruh yang lebih signifikan. Namun demikian, kemerosotan tersebut tidak membaik begitu saja. Jadi, sulit mengharapkan harga minyak untuk meningkat dengan cepat. Laporan Inventori Minyak Mentah AS sangat penting untuk memberikan status tren dalam waktu terdekat. Laporan tersebut diterbitkan pada hari Rabu dan data terkini menunjukkan bahwa konsumsi minyak masih jauh dari status membaik. Data terakhir 15.022 juta barel sedikit lebih baik dari yang diharapkan dimana para analis memperkirakan 15,150 juta barel. Data ini jelas lebih baik daripada laporan minggu lalu yaitu 19.248 juta barel, yang menyebabkan 20% penurunan harga mingguan WTI Crude Oil.

Grafik bulanan jangka panjang di bawah ini menunjukkan bahwa harga minyak telah memasuki rentang yang tidak terprediksi untuk analisis teknis, berbeda dengan 20 tahun sebelumnya. Candlestick di bulan April memiliki peluang minimal untuk mengalami closing di atas harga closing bulanan terendah sejak Oktober 2001 ($19.44 per barel). Harga minyak melewati garis median atas yang sebelumnya berperan sebagai resistance dalam tiga nilai tertinggi secara berturut-turut di tahun 2008-2012. Selain itu, harga sedang menuju ke garis support yang menghubungkan dua nilai bawah yang ditunjukkan di 2010 dan 2016. Pergerakan rata-rata dengan periode 89 dan 13 bulan sangat tertinggal, mengingat penurunan harga baru-baru ini.

Rentang waktu harian juga menunjukkan tren yang sangat bearish tetapi long shadow candlestick harian pada hari Selasa dan candlestick bullish pada hari Rabu memberikan sedikit harapan bagi bulls. Resistance terdekat berada di kisaran $15.79/16.84 per barel, menurut indikator Ichimoku Cloud. Tetapi garis utama ADX masih jauh dari tren menguat, yang menunjukkan bahwa momentum bearish masih tumbuh, sementara surplus negatif antara garis -DI dan + DI sangat tinggi.

Kami merekomendasikan pedagang FX untuk sangat berhati-hati dalam kondisi tidak menentu ini dan selalu mengingat tentang aturan manajemen risiko, memantau stop-loss dan take-profit order dan menghindari terlalu banyak tekanan pada saldo akun Anda. Pada saat yang sama, pedagang tidak dianjurkan untuk memegang posisi terlalu lama dan menggunakan strategi perdagangan jangka pendek intraday karena kondisi pasar kini berubah dengan cepat. Semoga beruntung!