Pada tahun 1970, seorang psikolog Harvard melakukan percobaan. Dia pergi ke perpustakaan dan mendekati mesin fotokopi di mana mesin sedang digunakan. Dia menghampiri orang pertama dalam barisan tersebut dan berkata, “Maaf,. Bisakah saya menggunakan mesin terlebih dulu?” Tingkat keberhasilannya 60 persen. Dia kemudian mengulangi percobaan, kali ini dengan mengatakan, “Maaf, bisakah saya menggunakan mesin ini karena saya sedang terburu-buru?” Dalam hal ini, tingkat keberhasilannya 94 persen. Bisa dimengerti karena kebanyakan orang akan bersimpati pada orang yang terburu-buru. Dia kemudian mencoba satu percobaannya lagi, kali ini dengan mengatakan, “Bisakah saya memakai mesin terlebih dahulu sebelum Anda, karena saya harus membuat salinan?” Hasilnya 93 persen! meskipun setiap orang di barisan ada di sana untuk alasan yang sama (membuat salinan), dia dapat membenarkan perilakunya dengan kata sederhana “karena”. Tidak masalah apakah alasannya baik atau tidak.

Jika pasar naik atau turun 30 pips, Anda tidak akan pernah menemukan penyebab sebenarnya mesikupun dari parah ahli Trading. Alasan sederhananya adalah pergerakan sebesar itu merupakan kombinasi dari pasar yang bergerak tanpa batas. Sayangnya, kebanyakan orang tidak akan menerima ini dan mencari alasan nyata dan “para ahli” dengan senang hati memberikannya. Apa pun alasan yang mereka berikan seperti ketakutan perang dagang, spekulasi kenaikan suku bunga The Fed dan lainnya sama sekali tidak ada artinya.