Volatilitas pasar valuta asing kini lebih stabil dibandingkan dengan fluktuasi pasar selama tiga minggu di bulan Maret lalu. Sebagian besar pasangan mata uang tidak mengalami fluktuasi drastis pada kuotasi dan rentang trading telah kembali normal minggu ini. Nilai tukar mata uang utama dan bahkan mata uang berisiko tinggi berhasil menutup kembali sebagian dari kerugian yang didapatkan sebelumnya terhadap dolar AS berkat dukungan bank sentral, terutama dalam hal penyediaan likuiditas ke sistem keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, kepanikan pembelian mata uang cadangan dunia, yang selalu dianggap sebagai aset investasi berisiko rendah semasa perekonomian global sedang berada dalam kondisi yang tidak menentu, akhirnya terkontrol.

Pound Inggris menguat hampir +8% atau 900 pips, dihitung dari nilai rendah 1.1411 yang dicapai pada tanggal 20 Maret. GBP/USD telah membaik lebih dari 50% dari 8-hari perosotan kurs yang dimulai sejak tanggal 10 Maret. Sekarang, pertanyaannya adalah apakah Sterling akan terus menguat mencapai nilai rata-rata pergerakan jangka panjang sekitar 1.3000, atau akankah para trader mengamati tren sell-off lainnya? Artikel ini bertujuan untuk memberikan pandangan teknis yang mendalam mengenai pasangan mata uang GBP/USD dan GBP/JPY untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Pertama-tama, kita harus memulai dengan kerangka waktu jangka panjang untuk menganalisis sentimen teknis. Pengaturan grafik mingguan di bawah ini menunjukkan bahwa Sterling mengalami bias bearish. Ichimoku Cloud memiliki pola bearish berkelanjutan semasa leading span mengalami surplus negatif, kurs saat ini memiliki kurs di bawah cloud itu sendiri dan Conversion dan Base Line ditempatkan dengan urutan yang benar untuk melanjutkan penurunan tren. Kenaikan bullish dapat diamati di minggu lalu karena kurs mencapai cloud namun bull gagal mempertahankan kenaikan dan GBP/USD mengakhiri candle mingguan di bawah cloud. Kombinasi faktor tersebut bersama dengan long shadow candle mingguan merupakan sinyal kuat untuk shorts dengan perspektif jangka panjang.

Selain itu, Average Directional Index juga memiliki surplus bearish antara garis -DI (merah) dan + DI (hijau), sementara garis utama ADX bertumbuh mengarah ke momentum yang relatif kuat. Oscillator Chaikin mencapai titik terendah setelah pemerosotan tetapi tetap berada di rentang distribusi, yang juga bearish. Secara tertulis, GBP/USD sedang menguji Garis Konversi Ichimoku di 1.2306. Itulah satu-satunya kekhawatiran bears karena apabila pasangan mata uang tersebut gagal close di bawah kurva support minggu ini, maka konsolidasi sideways mungkin terjadi. Di sisi lain, close mingguan di bawah ini dapat mempercepat tren penurunan dan meningkatkan tekanan penjualan, menurut analisis teknis.

Pengaturan grafik lain di bawah ini menunjuk kepada sentimen campuran dengan bias bearish pada kerangka waktu harian. Fibonacci Retracement tool memperhitungkan kurs close harian tertinggi dan terendah selama pemerosotan baru-baru ini. Kurs saat ini berada di sekitar 50% Fibo support, sedangkan kurs close harian melewati garis support sekitar beberapa pip pada hari Selasa, yang mungkin akan mengalami bearish secara berlanjut. Level support berikutnya adalah Fibo 61.8% dan berada di kurs 1.2110, jadi penjual short seharusnya mempertimbangkan untuk mengambil keuntungan di sekitar kurs tersebut.

Indikator tren MACD menunjukkan ketidakpastian teknis, yang mungkin menyebabkan trade tak menentu dengan rentang ketat dalam waktu dekat. Histogram menghapus semua keuntungan yang dicapai selama retracement bullish, kedua garis berada di level nol. Namun, 13-hari RSI berada di bawah level 50% dan menurun, yang menunjukkan ke bias bearish dalam perspektif jangka pendek. Yang lebih penting, GBP/USD menyelesaikan koreksi bullish terkini di bawah 55-hari simple moving average (lihat tanda panah merah pada screenshot). Oleh karena itu, pergerakan kenaikan merupakan retracement teknis dan pasangan tersebut seharusnya terus mengalami penurunan tren.

Cross-rate GBP/JPY memiliki pola yang sama pada grafik mingguan (lihat di bawah), dengan satu-satunya perbedaan yaitu kurs saat ini telah melanggar garis Konversi Ichimoku dan mengarah support pembulatan angka psikologis pada kurs 130.00 yen per pound. Selain itu, indikator BB%B bahkan tidak mencapai ambang tengah selama rebound bullish dan tetap berada di zona bearish. Stochastic RSI sangat dekat kepada crossover bearish, yang akan menyebabkan peningkatan tekanan penjualan di minggu depan. Satu-satunya tanda positif yaitu bahwa resistance Ichimoku Base Line belum keluar dari cloud. Jika itu terjadi, pola berkelanjutan bearish akan selesai dan penurunan tren dapat dipercepat.

Analisis teknis menunjukkan bahwa kedua pasangan berada di bawah tekanan penjualan dan rebound baru-baru ini hanyalah retracement teknis. Selain itu, tren bullish tidak cukup kuat untuk membalikkan status penurunan tren dan mengubah sentimen. Oleh karena itu, kami menduga GBP/USD dan GBP/JPY akan terus menurun dalam perspektif jangka waktu menengah.